Stres Mempengaruhi Kesehatan Kulit

Stres adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stres adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stres disebut dengan stresor dan ketegangan yang di akibatkan karena stres, disebut strain.

Stres telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Stress juga disebut sebagai kompleks abad kedua puluh, yaitu saat sistem pencernaan dipengaruhi sehingga tidak berfungsi secara normal. Para ahli Dermatologis di seluruh dunia juga setuju stress yang benar-benar mempengaruhi kulit kita.

Stres Sangat Mempengaruhi Bagi Kesehatan Kulit

Para Dermatologis berpendapat bahwa stres mengusir vitamin penting dari tubuh kita melalui kulit. Vitamin penting seperti yang dikirim keluar dari tubuh kita ketika stress adalah vitamin C, E, dan B. Penuaan pada kulit terjadi pada tingkat kelenjar sebaceous. Dalam sebagian besar kasus stress menyebabkan jerawat Vulgaris.

Sebenarnya stress tubuh di dasarkan pada reaksi “hadapi atau lari”. Ini alarm kimia merespon, dengan mengendalikan aliran darah yang mengandung partikel energi yang disebut ATP’S, ke daerah vital tubuh, yang harus berjuang dengan stress. Aliran darah, tidak mencapai kulit selama pertarungan. Dengan demikian kulit kekurangan nutrisi dan oksigen. Hasilnya adalah kulit menjadi kurang lentur dan menjadi dehidrasi. Dalam keadaan seperti penuaan diset lebih cepat. Akhir-akhir ini telah ditemukan bahwa stress adalah penyebab utama penuaan dini.

Selama stress hormon dan bahan kimia tetap ditekan dalam aliran darah untuk jangka waktu yang lebih lama dari biasanya. Terus menerus otot kompresi karena hasil stress dalam garis permanen dan keriput.

Orang yang mengalami gejala stress tidak semuanya merasa lemah dan mual, sakit kepala atau bahkan pingsan. Tetapi tubuh merekalah yang menunjukkan tanda-tanda Stres Melalui Penampilan Kulit. Apalagi ditambah dengan kurangnya asupan makanan sehat, kurang tidur, kurang berolahraga dan tidak adanya waktu untuk istirahat.

Semua faktor yang di sebutkan di atas adalah penyebab valid stres. Stres memakan sistem kekebalan tubuh manusia dan sistem pencernaan. Kulit manusia adalah penutup dan bertindak sebagai perisai pertahanan tubuh. Stres meletakkan dampaknya pada sistem pencernaan kita, pertumbuhan sistem hormon. Hal ini juga berdampak pada sistem reproduksi dan organ terbesar kami dari tubuh kita yang kulit.

Efek Stres Pada Kesehatan Kulit :

  • Berbintik-bintik atau warna kulit pucat
  • Kulit akan terlihat tidak rata.
  • Kulit kering
  • Tubuh tidak dapat lagi mendistribusikan cairan dengan benar.
  • Kehilangan kulit bersinar
  • Kulit tidak akan lagi memiliki cahaya tertentu.
  • Gangguan kulit
  • Gatal-gatal, kering, pecah-pecah.
  • Jerawat

Cara Mengatasi Stres :

  • Rajin makan buah-buahan dan sayuran kaya antioksidan
  • Antioksidan melawan radikal bebas berbahaya. Ini akan membantu menormalkan proses oksidasi.
  • Latihan setiap hari
  • Berolahraga dapat membantu meningkatkan produksi neurotransmitter yang dapat meminimalkan oksidasi selular.
  • Gunakan pelembab kulit yang lebih baik
  • Pelembab harus dikemas dengan CynergyTK, Phytessence Wakame dan Nano Lipobelle HEQ10. Hal ini dapat membantu melindungi asam hyaluronic. Nano Lipobelle HEQ10 adalah antioksidan. Ini dapat membantu melawan radikal bebas yang menyebabkan timbulnya stress.






  • Diandra Syahreza

    yup, stres bisa mempengaruhi kesehatan kulit. trims artikelnya membantu. aku ada tips sederhana untuk meningkatkan kesehatan, dan menjaga agar tidak stres. silakan disimak http://goo.gl/iAmuHI

  • Diandra Syahreza

    yup, stres bisa mempengaruhi kesehatan kulit. trims artikelnya membantu. aku ada tips sederhana untuk meningkatkan kesehatan, dan menjaga agar tidak stres. silakan disimak http://goo.gl/iAmuHI