Penyakit Gagal Hati Akut

Pada keadaan normal hati berfungsi menyaring semua sari makanan dan membuang racun yang terkandungnya dan kemudian dibuang ke saluran pembuangan dalam tubuh. Hati juga berfungsi mengubah zat gizi untuk dijadikan energi, hormon, dan pembekuan darah serta kekebalan tubuh. Fungsi lain dari hati yakni menyimpan vitamin, mineral, dan zat gula, mengatur lemak dalam tubuh. Jika hati tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya, itulah yang disebut sebagai gagal hati.

Gagal hati akut terjadi ketika hati dengan cepat kehilangan kemampuan untuk berfungsi. Biasanya gagal hati berkembang secara perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Tetapi pada kasus gagal hati akut, dapat berkembang dalam hitungan hari.

Penyakit Gagal Hati Akut

Gagal hati akut dapat menyebabkan banyak komplikasi, termasuk perdarahan yang berlebihan dan peningkatan tekanan di otak. Istilah lain untuk gagal hati akut adalah fulminant hepatic failure. Gagal hati akut adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan rawat inap. Beberapa penyebab gagal hati akut dapat diatasi dengan pengobatan. Namun dalam situasi lain, transplantasi hati mungkin satu-satunya obat untuk gagal hati akut.

Penyebab.

Gagal hati akut terjadi ketika sel-sel hati yang rusak secara signifikan dan tidak mampu lagi untuk berfungsi. Gagal hati akut dapat disebabkan oleh, antara lain:

1. Overdosis acetaminophen.

Mengonsumsi terlalu banyak acetaminophen (Tylenol, dan lain-lain) adalah penyebab paling umum dari gagal hati akut di Amerika Serikat. Gagal hati akut dapat terjadi jika mengonsumsi acetaminophen dengan dosis yang sangat besar sekaligus. Atau dapat terjadi jika mengonsumsi acetaminophen dengan dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan setiap hari selama beberapa hari berturut-turut, terutama pada orang dengan penyakit hati kronis.

2. Resep obat.

Beberapa resep obat, termasuk antibiotik, obat anti-inflamasi, dan antikonvulsan dapat menyebabkan gagal hati akut.

3. Suplemen herbal.

Obat dan suplemen herbal, termasuk kava, ephedra, skullcap, dan pennyroyal, telah dikaitkan dengan kejadian gagal hati akut.

4. Hepatitis dan virus lainnya.

Hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis E dapat menyebabkan gagal hati akut. Virus lain yang dapat menyebabkan gagal hati akut termasuk virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, dan virus herpes simpleks.

5. Racun.

Racun yang dapat menyebabkan gagal hati akut termasuk jamur liar beracun Amanita phalloides, yang kadang-kadang keliru dengan spesies jamur yang dapat dimakan.

6. Penyakit autoimun.

Gagal hati dapat disebabkan oleh hepatitis autoimun, yang merupakan sebuah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel hati, menyebabkan peradangan dan cedera.

7. Penyakit pembuluh darah di hati.

Penyakit pembuluh darah, seperti sindrom Budd-Chiari, dapat menyebabkan penyumbatan yang terbentuk dalam pembuluh darah hati dan menyebabkan gagal hati akut.

8. Penyakit metabolik.

Penyakit metabolik langka, seperti penyakit Wilson dan lemak hati akut oleh karena kehamilan, jarang menyebabkan gagal hati akut.

9. Kanker.

Kanker yang dimulai di hati atau kanker yang menyebar ke hati dari organ lain di tubuh dapat menyebabkan gagal hati.

Penyakit Gagal Hati Akut

Selain penyebab yang telah disebutkan diatas, banyak kasus gagal hati akut tidak memiliki penyebab yang jelas.

Tanda dan gejala dari gagal hati akut dapat meliputi :

1. Bola mata menguning (jaundice).
2. Nyeri di daerah perut kanan atas.
3. Mual.
4. Muntah.
5. Kesulitan berkonsentrasi.
6. Disorientasi atau kebingungan.
7. Rasa mengantuk.

Pengobatan.

Orang dengan gagal hati akut biasanya dirawat di unit perawatan intensif di rumah sakit. Dalam banyak kasus, pengobatan melibatkan mengendalikan komplikasi dan memberikan waktu untuk menyembuhkan gagal hati.

Pengobatan gagal hati akut dapat meliputi :

1. Obat untuk menyembuhkan keracunan.

Gagal hati akut yang disebabkan oleh overdosis asetaminofen atau keracunan jamur diobati dengan obat yang dapat menyembuhkan efek dari racun.

2. Transplantasi hati.

Kegagalan hati akut tidak dapat dipulihkan secara tuntas dalam banyak kasus. Dalam situasi ini, pengobatan mungkin hanya dapat dilakukan dengan transplantasi hati. Selama transplantasi hati, ahli bedah akan mengambil hati yang rusak dan menggantinya dengan hati sehat dari donor.