Cream Pemutih Wajah Yashodara

Penyakit Arthritis Leher

Mengetahui Penyakit Arthritis Leher Seperti yang kita ketahui bersama, kesehatan adalah hal yang utama dalam kehidup kita. Kesehatan dapat diartikan sebagai keadaan sejahtera pada seseorang. Kesejahteraan yang meliputi aspek raga, jiwa dan sosial sehingga dapat hidup secara produktif baik dari segi ekonomi dan sosial.

Makin bertambahnya usia, penyakitpun makin gemar mengincar. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada orang berusia lanjut adalah arthritis leher, biasanya disebabkan oleh degenerasi tulang leher yang berhubungan dengan usia.

Umumnya, jenis arthritis yang mempengaruhi tulang leher adalah osteoarthritis atau cervical spondylosis. Penurunan fungsi sendi ini berkaitan dengan usia.

Cervical spondylosis ditandai dengan perubahan degeneratif yang meliputi pertumbuhan tulang taji dan timbunan kalsium di dalam sendi yang dampaknya bisa menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan nyeri leher. Sementara rheumatoid arthritis juga bisa mengakibatkan sakit leher dan terkadang mempengaruhi sendi-sendi leher.

Gejala Arthritis Leher

Gejala yang tampak tergantung pada lokasi saraf yang tertekan. Umumnya gejala yang nampak adalah nyeri dan kekakuan pada leher, nyeri bahu, dan kelemahan atau mati rasa di lengan serta tangan.

Rasa sakit yang diakibatkan oleh arthritis leher bisa menjalar juga ke lengan. Selain itu, timbul pula sakit kepala terutama bagian belakang kepala. Gejala lain yang muncul adalah kejang otot leher, nyeri dan kelemahan pada kaki, dan suara klik di leher. Bila keluhan akibat dari rheumatoid arthritis, maka pasien bisa mengalami pembengkakan sendi, nyeri, demam, dan kekakuan sendi.

Pengobatan

Untuk mendiagnosis arthritis leher membutuhkan bantuan pemindaian sinar X dan MRI bersama dengan pemeriksaan fisik. Sesudah mengetahui adanya kelainan spesifik tulang leher atau sendi, dokter akan merekomendasikan obat dan terapi fisik yang dibutuhkan.

Penderita gangguan ini disarankan menggunakan penyangga leher untuk membatasi gerakan leher. Rasa nyeri yang berhubungan dengan gangguan ini bisa diatasi dengan terapi kompres  es atau kompres hangat.

Jika terapi kompres tak menunjukkan hasil yang signifikan maka akan di rekomendasikan untuk memakai obat anti-inflamasi non steroid. Selain itu, lakukan pula latihan fisik untuk memperbaiki postur tubuh, latihan peregangan dan penguatan leher yang bisa membantu mengurangi rasa sakit dan kaku pada leher serta meningkatkan fleksibilitas dan jangkauan gerak.

Dalam kasus yang jarang terjadi, arthritis leher mungkin perlu diatasi dengan operasi guna meringankan tekanan pada sumsum tulang belakang.