Cream Pemutih Wajah Yashodara

Mengatasi Penyakit Keseringan Buang Air Kecil

Gaya Perempuan Yang Suka Mengintip Pria Buang Air Kecil Sering buang air kecil atau yang lebih dikenal oleh orang awam dengan istilah beser ternyata bisa memicu penyakit lainnya. Dalam istilah kedokteran, sering buang air kecil lebih dikenal dengan Overactive Bladder (OAB).

Overactive Bladder (OAB) adalah kondisi di mana kandung kemih berkontraksi tidak semestinya, menyebabkan desakan tiba-tiba untuk berkemih. Ketika hal ini terjadi, pada beberapa orang menyebabkan juga terjadinya ’ ngompol’  (sedikit menetes sebelum dapat mencapai toliet), walaupun hal ini tidak selalu terjadi.

Beser bisa dikatakan dengan kencing berkali-kali lebih dari 8x/hari, atau 1 kali/4 jam, yang sangat mengganggu kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Penyakit ini lebih sering menimpa perempuan. Berdasarkan studi Asia Pacific Continence Advisory Board (APCAB) di negara-negara Asia, setidaknya 53 persen perempuan di Asia terkena gejala overactive bladder.  Sekarang ini OAB tidak hanya dialami perempuan lanjut usia, tetapi juga pada perempuan di usia produktif (25-30 tahun),

Penyebab

Overactive bladder merupakan gangguan otot kandung kemih yang melemah, sehingga dengan adanya kontraksi berlebihan dapat menyebabkan sensasi untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya dan bahkan sampai ‘ngompol’ (keluarnya urin yang tidak terkendali).

Penyebab Overactive bladder antara lain :

  • Gangguan fungsi otot polos kandung kemih (otot detrusor)
  • Pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia)
  • Kanker prostat
  • Kerusakan saraf akibat cedera atau trauma pada panggul atau rongga perut
  • Batu pada kandung kemih
  • Efek samping penggunaan obat tertentu, dan
  • Gangguan saraf
  • Parkinson
  • Stroke
  • Multiple sclerosis

Gejala dan Tanda

Overactive bladder biasanya ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang sering tanpa disertai rasa sakit, lebih dari delapan kali dalam 24 jam atau sering bangun pada malam hari untuk buang air kecil.

Diagnosis

Overactive bladder memiliki gejala yang tidak spesifik, dan untuk dapat mengatasinya perlu diketahui penyebab pastinya dengan melakukan serangkaian pemeriksaan yang umumnya meliputi : anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh dokter, urinalisis (pemeriksaan urin di laboratorium), systoscopy (pemeriksaan bagian dalam kandung kemih), pemeriksaan perubahan derajat posisi kandung kemih dan uretra selama aktivitas normal berlangsung dengan menggunakan rontgen, pengukuran post-void residual dengan menggunakan kateter atau USG, stress test, serta pengujian volume kandung kemih, tekanan otot kandung kemih dan tekanan proses buang air kecil.

Pengobatan

Pemilihan pengobatan untuk mengatasi atau mengurangi overactive bladder berdasarkan penyebabnya, antara lain :

  • Pemberian obat untuk mengontrol keinginan berkemih
  • Operasi untuk memperbaiki fungsi kandung kemih
  • Latihan Kegel
  • Senam otot panggul untuk memperkuat otot kandung kemih

Pencegahan

Risiko terjadinya overactive bladder dapat dikurangi dengan melakukan gaya hidup sehat seperti :

  • Olahraga teratur
  • Batasi konsumsi kafein
  • Tidak minum alkohol
  • Berhenti merokok

Komplikasi

Kualitas hidup seseorang yang mengalami overactive bladder akan terganggu dan dapat menyebabkan terjadinya depresi dan gangguan tidur.