Memantau Penyakit Melalui Perubahan Warna Urin

Urin adalah cairan yang dikeluarkan oleh ginjal melalui proses yang disebut buang air kecil dan dikeluarkan melalui uretra. Metabolisme sel menghasilkan banyak oleh-produk, yang kaya nitrogen, yang memerlukan penghapusan dari aliran darah. Ini oleh-produk akhirnya dikeluarkan dari tubuh dalam proses yang dikenal sebagai berkemih, metode utama untuk mengeluarkan air-larut bahan kimia dari tubuh. Bahan kimia ini dapat dideteksi dan dianalisis dengan urinalisis. Cairan amniotik berkaitan erat dengan urin, dan dapat dianalisis dengan amniosentesis.Memantau Penyakit Melalui Perubahan Warna Urin

Dari urin kita bisa memantau penyakit melalui perubahan warnanya. Meskipun tidak selalu bisa dijadikan pedoman namun Ada baiknya Anda mengetahui hal ini untuk berjaga-jaga.

Kuning jernih.

Urin berwarna kuning jernih merupakan pertanda bahwa tubuh Anda sehat. Urin ini tidak berbau. Hanya saja, beberapa saat setelah meninggalkan tubuh, bakteri akan mengontaminasi urin dan mengubah zat dalam urin sehingga menghasilkan bau yang khas.Mengenal Penyakit Melalui Warna Urin

Kuning tua atau pekat.

Warna ini disebabkan karena tubuh mengalami kekurangan cairan. Namun bila terjadi terus, segera periksakan diri Anda ke dokter karena merupakan tahap awal penyakit liver.Mengenal Penyakit Lewat Urin

Kemerahan.

Urin mengandung darah. Kondisi ini bisa menandakan gangguan batu ginjal dan kandung kemih. Namun bisa juga karena Anda mengonsumsi obat pencahar secara berlebihan.Kenali Penyakit Melalui Warna Urine

Kecoklatan.

Pertanda terjadi kerusakan otot, akibat aktivitas tubuh yang berlebihan.Kenali Penyakit Melalui Warna Urin

Oranye.

Mengindikasikan penyakit hepatitis atau malaria. Pyridium, antibiotik yang biasa digunakan untuk infeksi kandung kemih dan saluran kencing juga dapat mengubah warna urin menjadi oranye.Mengenal Penyakit Melalui Warna Urin

Selain warna, bau urin juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Misalnya pada penderita diabetes dan busung lapar, urin cenderung berbau manis, sementara jika seseorang mengalami infeksi bakteri E. coli, urinnya cenderung berbau menyengat.