Info Obat Rabeprazole

Para dokter di Jepang telah mengonfirmasikan secara endoskopik bahwa bila terapi menggunakan rabeprazole dosis standar tidak berhasil memperbaiki refluks esofagitis, maka pemberian rabeprazole dua kali sehari dapat bermanfaat mengatasi refluks tersebut. Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Yoshikazu Kinoshita dan rekan dari Shimane University School of Medicine, Izumo, Shimane, dan Dr. Michio Hongo dan rekan dari Tohoku University Hospital, Sendai, Miyagi, Jepang. Hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan secara online dalam the American Journal of Gastroenterology bulan Mey 2012.

Rabeprazole digunakan untuk mengobati masalah tertentu pada perut dan kerongkongan seperti maag duodenal dan GERD. Rabeprazole termasuk ke dalam jenis obat proton pump inhibitor (PPI) sehingga cara kerjanya adalah mengurangi jumlah asam yang diproduksi perut. Obat yang hanya tersedia dengan resep dokter ini berbentuk tablet.

Info Obat Rabeprazole

Indikasi.

 1. Meredakan gejala seperti mual, susah menelan dan batuk terus-menerus.
2. Mengobati maag duodenal.
3. Mengobati maag duodenal dengan infeksi bakteri Helicobacter pylori.
4. Mengobati gastroesophageal reflux disease (GERD).
5. Mengobati sindrom Zollinger-Ellison, kondisi dimana perut menghasilkan terlalu banyak asam.

Dosis.

Ikuti petunjuk dokter atau yang tertera pada label. Saat diminum, tabletnya harus ditelan bulat-bulat, tidak boleh dihancurkan, dikunyah atau dibelah.

  • Untuk mengobati maag duodenal: 20 miligram sekali sehari setelah sarapan.
  • Untuk mengobati maag duodenal dengan infeksi bakteri Helicobacter pylori: 20 miligram bersamaan saat makan dua kali sehari. Biasanya diminum bersama antibiotik seperti clarithromycin dan amoxicillin.
  • Untuk mengobati GERD: 20 miligram sekali sehari.
  • Untuk mengobati sindrom Zollinger-Ellison: 60 miligram sekali sehari.