Epidemiologi, Etiologi dan Patofisiologi Penyakit Tonsilitis

TonsillitisPernah dengar tonsilitis? Tonsilitis adalah peradangan pada tonsil (amandel) yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri streptokokkus atau infeksi virus (lebih jarang).

Tonsil adalah kelenjar betah gening di mulut bagian belakang (di puncak tenggorokan) yang mana berfungsi membantu menyaring bakteri dan mikroorganisme lainnya sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi.

Epidemiologi Penyakit Tonsilitis

Di Amerika Serikat sekitar 30 juta penduduk menderita penyakit tonsilitis tiap tahunnya. Dan 1 dari 10 anak yang berkunjung ke dokter menderita tonsilitis setiap tahunnya. Serta angka absensi sekolah dapat mencapai hingga 66% diduga disebabkan ISPA.

Di Indonesia infeksi saluran napas atas akut (ISPA) masih merupakan penyebab tersering morbiditas dan mortalitas pada anak. Pada tahun 1996/1997 cakupan temuan penderita ISPA pada anak berkisar antara 30%-40%, sedangkan sasaran temuan pada penderita ISPA pada tahun tersebut adalah 78%-82%; sebagai salah satu penyebab adalah rendahnya pengetahuan masyarakat.

Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak berusia 5 sampai 10 tahun dan anak remaja berusia 15 hingga 25 tahun. Dalam suatu penelitian didapatkan penderita karier asimtomatik streptococcus grup A didapatkan: 10,9% untuk usia 14 tahun atau kurang, 2,3 % untuk usia 15 sampai 44 tahun, dan 0,6 % untuk umur 45 ke atas.

Etiologi Penyakit Tonsilitis

Tonsilitis dikenal ada yang akut dan juga yang kronik. Pada tonsilitis akut disebabkan infeksi kuman terutama Streptokokkus hemolitikus (50%) atau virus.

Jenis Streptokokkus meliputi streptokokkus β hemolitikus, streptokokkus viridans dan streptokookus piogenes. Bakteri penyebab tonsilitis akut lainnya meliputi Stafilokokkus Sp, Pneumokokkus, dan hemofilus influenzae. Hemofilus influenzae menyebabkan tonsilitis akut supuratif.

Umumnya tipe ini menyerang anak-anak usia 5 hingga 10 tahun. Penyebarannya melalui droplet infection yaitu melalui alat makan dan makanan. Sedangkan penyebab penyakit tonsilitis kronis disebabkan oleh bakteri gram positif.

Faktor predisposisi tonsilitis kronis antara lain rangsangan kronis rokok, makanan tertentu, higiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik, dan pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat.

Patogenesis Penyakit Tonsilitis

Tonsil dibungkus oleh suatu kapsul yang sebagian besar berada pada fosa tonsil yang terfiksasi oleh jaringan ikat longgar. Tonsil terdiri dari banyak jaringan limfoid yang disebut folikel.

Setiap folikel memiliki kanal (saluran) yang ujungnya bermuara pada permukaan tonsil. Muara tersebut tampak oleh kita berupa lubang yang disebut kripta.

Saat folikel mengalami peradangan, tonsil akan membengkak atau membentuk eksudat yang akan mengalir dalam saluran (kanal) lalu keluar dan mengisi kripta yang terlihat sebagai kotoran putih  atau bercak kuning.

Kotoran ini disebut detritus. Detritus sendiri terdiri atas kumpulan leukosit polimorfonuklear, bakteri yang mati dan epitel tonsil yang terlepas. Tonsilitis akut dengan detritus yang jelas disebut tonsilitis folikularis. Tonsilitis akut dengan detritus yang jelas disebut tonsilitis folikularis. Tonsilitis akut dengan detritus yang menyatu kemudian membentuk kanal-kanal disebut tonsilitis lakunaris. Detritus dapat melebar dan membentuk membran-membran semu (pseudomembran) yang menutupi tonsil.

Bila proses radang ini terjadi berulang, maka akan mengikis epitel mukosa tonsil dan jaringan limfoid. Selama proses penyembuhan, jaringan limfoid akan terganti oleh jaringan parut yang akan mengkerut sehingga melebarkan kripti yang terisi oleh detritus.

Bila keadaan ini (proses radang) terus berlangsung maka dapat menembus kapsul tonsil sehingga melekatkan dengan jaringan sekitar fosa tonsilaris. Yang pada akhirnya akan terjadi pembesaran kelenjar submandibula pada anak tersebut.