Bahan Kimia Anti Panas Dapat Menimbulkan Penyakit Kanker

Seiring perkembangan zaman dan Ilmu Pengetahuan dan teknologi, semakin banyak industri yang menghasilkan barang yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan kita. Mulai dari deterjen, sabun, shampo, pemutih, bahan pewangi, pembasmi serangga sampai pada bahan makanan dan bumbu masak yang kita komsumsi, hampir semuanya merupakan bahan kimia hasil industri. Diantara bahan-bahan kimia tersebut ada yang berbahaya atau bersifat racun, oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui jenis, sifat-sifat, kegunaan, seta bahaya dari setiap bahan-bahan kimia yang kita gunakan di rumah.

Bahan kimia anti panas dapat menimbulkan penyakit kanker. Sebuah studi menemukan bahan kimia anti panas carcinogen yang terdapat di kursi mobil, kereta bayi, popok dan bantalan bayi itu berbahaya bagi kesehatan karena dapat menimbulkan penyakit kanker, masalah reproduksi, syaraf serta perkembangan otak.

Bahan kimia anti panas dapat menimbulkan penyakit kanker

Universitas Duke di Amerika meneliti 101 produk yang menggunakan bahan kimia untuk anti panas. Hasilnya, lima diantaranya mengandung bahan kimia neutroxin yang dilarang di 8 negara bagian. Sembilan produk dipastikan mengandung carcinogen termasuk 36 lainnya yang dimungkinkan mengandung bakteri berbahaya itu.

Penelitian yang dipimpin oleh Heather M. Stapleton itu fokus meneliti bantalan busa yang digunakan pada kursi mobil, dan bantalan popok. Selain itu, juga meneliti ganjalan untuk tidur, matras, kursi, baby walkers, tikar, dan kereta bayi.

Bahan kimia anti panas menimbulkan penyakit kanker

Lima dari produk yang dites itu mengandung bahan kimia penta yang telah dilarang di sejumlah negara bagian Amerika. Sembilan mengandung bahan kimia TCEP. Tiga puluh enam mengandung chlorinated tris. “Saya menjadi perhatian ketika menemukan bahan kimia yang diduga carcinogens,” kata Stapleton.

Menurut para ahli, hasil studi ini menjadi peringatan bahwa bahan kimia anti panas, diketahui dapat bermigrasi dari busa ke udara. Akibatnya, bayi yang menggunakan produk menggunakan carcinogen memiliki resiko dua kali lebih besar.