Cara Menghadapi Anak yang Mengamuk

DOKTERGAUL.COM – Jika anda adalah orang tua yang memiliki anak usia prasekolah, ada kalanya anak anda mengamuk hebat sambil berguling di lantai, berteriak, atau menendang segala sesuatu yang berada di dekatnya. Kondisi ini disebut sebagai tantrum.

Ekspresi tantrum ini bisa berbeda tergantung usia anak. Anak di bawah usia 3 tahun biasa mengekspresikan kemarahan dengan cara menangis, menjerit, memukul, menendang, bahkan beberapa anak membenturkan kepalanya ke tembok. Sedangkan pada anak usia 3 hingga 4 tahun, anak biasanya mengekspresikan kemarahan dengan membanting barang, merengek, mengkritik, atau menghentak-hentakkan kaki. Dan pada anak usia 5 tahun ke atas, anak akan mengekspresikannya dengan mengkritik diri sendiri, memukul, bahkan merusak barang-barang yang ada di sekitarnya.

Kondisi mengamuk atau tantrum ini umum terjadi pada anak yang berusia 15 bulan hingga 4 tahun. Pada umumnya, anak mengalami tantrum karena merasa tidak senang dengan sesuatu, baik berupa objek ataupun lingkungan. Selain itu, tantrum juga dapat disebabkan oleh tidak tercapainya keinginan anak akan sesuatu, atau ketidakmampuan anak untuk mengungkapkan keinginannya sehingga menuntut anda untuk dapat memahami keinginannya.

Tantrum juga dapat disebabkan oleh pola asuh orang tua yang terlalu memanjakan anak. Oleh karena itu, peran orang tua dalam menjalin komunikasi dengan anak dan pola asuh orang tua terhadap anak juga perlu dibentuk untuk menghindari ekspresi tantrum pada anak.

Namun, jika anda memiliki anak yang mudah mengamuk, ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk menghadapi anak yang mengamuk. Di antaranya adalah:

Tetap bersikap tenang saat anak mengamuk

Sebagai orang tua anda perlu bersikap tenang dan tidak langsung menuruti keinginan anak hanya untuk membuatnya tenang. Sampaikan peringatan tegas tanpa marah mengenai aturan yang telah disepakati bersama.

Temukan alasan kemarahan anak

Anak anda tentu saja memiliki alasan yang membuatnya merasa marah. Cobalah untuk mencari alasan yang membuatnya marah, dan berikan penjelasan yang dapat diterima anak. Jangan memukulnya agar diam, dan jangan memberikannya imbalan jika ia mau berhenti mengamuk. Memukul atau memberi hadiah akan memberikan dampak yang tidak baik kepada anak di masa depan.

Alihkan perhatiannya

Anda juga dapat mengalihkan perhatian anak kepada sesuatu yang ia sukai atau mengarahkan kemarahan anak kepada sesuatu yang positif seperti memintanya untuk menuliskan hal yang membuatnya kesal dalam bentuk tulisan jika anak anda telah cukup besar untuk menulis.

Singkirkan benda yang berbahaya

Anak yang sedang tantrum kadangkala akan meraih dan melempar atau menendang barang apapun yang ada di dekatnya. Jauhkan barang-barang yang berbahaya dari sekitar anak anda.

Biasakan komunikasi yang terbuka

Bangun komunikasi yang terbuka dengan anak sehingga ia terbiasa mengeluarkan apa yang ia rasakan dan inginkan dengan cara yang baik. Dan jangan lupa untuk memberikannya pujian saat kemarahannya telah selesai.

Rujukan Lainnya:

askep RFA, lidah bayi belah dua, lidah bayi belah, nenen anak sd, Mimpi kena muntah anak kecil, konek anak bengkak, kebutuhan dosis santagesik, cliti anak muda, toketanak15tahun, Nenen anak sd besar

[Qothrunnada Sungkar - DokterGaul.com]